header rs. qim

JAM BESUK

PAGI
Jam 10.00 - 13.00 WIB : R. Perawatan
Jam 10.00 - 12.00 WIB : R. HCU
Jam 11.00 - 12.00 WIB : R. Bayi
SORE
Jam 16.30 - 19.30 WIB : R. Perawatan
Jam 17.00 - 18.30 WIB : R. HCU
Jam 17.00 - 18.00 WIB : R. Bayi

KONTAK INFORMASI

Rumah Sakit QIM
Jl.Urip Sumohardjo, Sambong, Batang, Jawa Tengah
Telp : (0285) 4495222
Fax  : (0285) 4495224

RS QIM di FACEBOOK

Beranda Artikel Memahami Keunikan Anak Autis
Memahami Keunikan Anak Autis PDF Print E-mail
Ditulis oleh Tiara Asri Sasmitawati, M. Psi Psikolog   
Selasa, 17 Januari 2012 14:25

Memahami Keunikan Anak Autis

(Dirangkum dari berbagai sumber)

memahami keunikan anak autis

Tiara Asri Sasmitawati, M.Psi., Psikolog

Kebahagiaan orangtua adalah pada saat diberikan anugerah luar biasa seorang anak. Tugas orangtua menerima keunikan anak dan berupaya mengantarkan anak dengan segala kelebihan dan kekurangan anak pada masa depan yang lebih baik.

Seorang anak dengan Autis bukan merupakan aib keluarga, ia hanya salah satu dari begitu banyak kelainan bawaan baik yang diketahui saat anak dilahirkan atau di kemudian hari. Ia seorang anak dengan kebutuhan yang lebih khusus daripada anak-anak yang lain. Orangtua sebaiknya menyadari hal tersebut dan pasti bisa mengatasinya, bahkan akan berupaya untuk mengantarkan anak mereka pada masa depan yang lebih baik dengan segala kondisi anak. Anak autis tetap seorang anak yang membutuhkan cinta kasih, perhatian, disiplin, bimbingan dan pengarahan, karena bagaimanapun juga ia tetap memliki masa depan yang sama dengan semua anak.

Autisme merupakan suatu gangguan adanya kerusakan pada simpul syaraf, hal ini dapat mengganggu perkembangan anak. Seorang anak autis dapat diketahui dari gejala-gejala yang tampak, ditunjukkan dengan penyimpangan perkembangan. Gejala-gejala yang dapat diketahui dari seorang anak autis adalah :

* Gangguan komunikasi : terlambat bicara, maraca/bahasa planet, bicara tidak jelas, meniru/membeo, pandai menyanyi tanpa mengerti artinya, pandai menghafal tanpa mengerti maknanya, tetap tidak bisa bicara, tidak bisa menunjuk ketika ingin sesuatu namun dengan menarik tangan orang lain.

* Gangguan sosial : menolak/ menghindar bertatap mata, tidak mau menengok bila dipanggil, seringkali menolak untuk dipeluk, asyik bermain sendiri, diajak bermain malah menjauh.

* Gangguan perilaku : perilaku berlebihan atau kekurangan, kelekatan pada benda tertentu (misalnya mainannya), perilaku yang khusus atau menjadi kebiasaan (misal bermain tangannya).

* Gangguan perasaan/emosi : tidak dapat ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain, kadang-kadang tertawa sendiri, menangis, atau marah-marah tanpa sebab, sering mengamuk tidak terkendali.

* Gangguan persepsi sensoris : mencium-cium atau menggigit meubab atau benda apa saja, bila mendengar suara tertentu langsung menutup telinga, tidak menyukai rabaan atau pelukan, merasa sangat tidak nyaman bila dipakaikan pakaian dari bahan yang kasar.

Dengan mengetahui gejala-gejala terhadap kemungkinan autis, orang tua dapat mengetahui sejak dini, apakah anak mereka mengalami hambatan tumbuh kembang autis atau tidak. Perubahan anak normal menjadi autis bisa saja menimpa setiap anak, seperti bayi menolak kontak mata, lebih senang main sendiri, tidak responsif terhadap suara, dan bicaranya tidak berkembang normal. Faktor yang dapat menjadi penyebab seorang anak autis adalah :

* Faktor kondisi fisik : ditemukan adanya kelainan pada sistem susunan saraf pusat

* Faktor orangtua : pola asuh, perceraian, orangtua yang “dingin”, anak yang tidak diinginkan.

* Faktor sosiokultural : tekanan sosial ekonomi, pengangguran, meningkatnya penyalahgunaan zat di kota-kota besar, keracunan logam berat

* Faktor psikologis : tidak adanya model untuk pembentukan nilai/norma sosial, tidak adanya model untuk meningkatkan toleransi dan hubungan interpersonal yang matang.

* Faktor genetik : autism ditemukan 2,5-3% saudara dati penyandang autisma.

* Faktor kehamilan & kelahiran : perdarahan trimester pertama, gawat janin saat mendekati kelahiran, kurang pemberian asi. (pemberian asi eksklusif mencegah autism).

Apa yang sebaiknya dilakukan oleh orangtua?

Banyak yang bisa dan harus dilakukan oleh orangtua, anak autis bukan bencana dan aib keluarga. Mereka tetaplah seorang anak-anak yang memerlukan kasih sayang, perhatian, bimbingan dari orangtua seperti halnya anak-anak lain agar dapat hidup mandiri. Orangtua memastikan terlebih dahulu mengenai diagnosis autis terhadap anak mereka, sekaligus mengetahui ada tidaknya gangguan lain pada anak untuk diobati. Penanganan untuk anak autis merupakan sebuah tim baik secara medis maupun psikologis dan kerjasama dengan orangtua. Secara medis ada dokter anak dan rehabilitasi medis, kemudian psikolog sebagai pendamping dalam memotivasi terapi baik orangtua maupun anak. Terapi terhadap anak autis tidak akan berhasil tanpa kerjasama yang baik dengan orangtua, karena terapi tidak hanya dilakukan di tempat terapi saja namun ketika ada dirumah (karena sebagian waktu anak ada dirumah), orangtua juga harus melakukan proses terapi kepada anak.

Keberhasilan terapi tergantung beberapa faktor berikut :

* Berat ringannya gejala.

* Semakin dini anak mendapat terapi, semakin besar kemungkinan berhasil (ideal usia 2-5 tahun sudah mendapat terapi).

* Semakin banyak informasi yang ditangkap semakin besar peluang untuk berhasil, tugas orangtua dan tim yang merawat untuk memasukkan informasi kepada anak autis.

* Semakin rendah kemampuan bicara dan berbahasa semakin lambat anak autis mengalami kemajuan.

* Semakin intensif mendapat terapi akan semakin baik dan lebih besar mengalami kemajuan, yang tentuanya terapi tidak hanya di tempat terapi saja namun juga di rumah oleh orangtua.

Menerima kondisi anak dengan autis memang bukan hal yang mudah, perasaan kecewa, marah, sedih merupakan sesuatu yang wajar dialami oleh orangtua ketika mendengar anak mereka dinyatakan autis. Tetapi jika terus larut dalam kekecewaan dan takut, malu pada masa depan anak maka itu tidak akan menyelesaikan masalah. Berbicara dengan keluarga, konsultasi dengan yang ahli dan banyak berdoa agar diri bisa lebih bersabar dalam mengasuh anak, karena anak adalah anugerah dan titipan Tuhan. Jika ini bisa disadari setiap orangtua, tidak hanya orangtua dengan anak autis, maka banyak pelajaran yang dapat diperolah dalam kehidupan mengasuh seorang anak.

Mulailah berinteraksi dengan anak, seperti menyanyikan lagi, memeluk, mengusap dan menciumnya. Hal ini akan membantu tumbuhnya cinta, juga membantu orangtua menemukan potensi yang tersembunyi dalam diri anak.

Last Updated on Selasa, 17 Januari 2012 15:09
 

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Ketersediaan Kamar

Call Center

Berita Utama

Prev Next

Lowongan Radiografer

02 Sep 2021 Hits:108

Read more

Pendaftaran Sipenmaru

You must have the Adobe Flash Player installed to view this player.

GALERI FOTO

POLLING

Bagaimana menurut Anda tentang Rumah Sakit QIM batang, mulai dari pelayanan, fasilitas, penunjang, tarif dan lingkungan RS. QIM ?