header rs. qim

JAM BESUK

PAGI
Jam 10.00 - 13.00 WIB : R. Perawatan
Jam 10.00 - 12.00 WIB : R. HCU
Jam 11.00 - 12.00 WIB : R. Bayi
SORE
Jam 16.30 - 19.30 WIB : R. Perawatan
Jam 17.00 - 18.30 WIB : R. HCU
Jam 17.00 - 18.00 WIB : R. Bayi

KONTAK INFORMASI

Rumah Sakit QIM
Jl.Urip Sumohardjo, Sambong, Batang, Jawa Tengah
Telp : (0285) 4495222
Fax  : (0285) 4495224

RS QIM di FACEBOOK

Beranda Artikel Mempersiapkan Anak Untuk Sekolah
Mempersiapkan Anak Untuk Sekolah PDF Print E-mail
Ditulis oleh Rini Saputro   
Jumat, 11 Mei 2012 05:37

 

Mempersiapkan Anak Untuk Sekolah

Tiara Asri Sasmitawati, M.Psi

Setiap anak adalah unik… setiap anak pada dasarnya senang belajar…. Jadi pilihlah dan persiapkan tempat belajar yang terbaik buat anak.

Awal tahun ajaran baru merupakan waktu yang paling menyibukkan bagi para orangtua untuk mencari tempat belajar terbaik bagi anak-anaknya. Banyak pertimbangan yang akan digunakan orangtua dalam memilih tempat belajar terbaik bagi anak-anak mereka. Hal awal yang sebaiknya dilakukan dalam mempersiapkan anak untuk sekolah adalah memilih dan mempertimbangkan tempat terbaik untuk belajar. Dan sebaiknya yang menjadi pertimbangan utama dalam memilihnya adalah kenyamanan anak, karena meskipun tempat yang mahal sekalipun apabila anak tidak merasa nyaman maka hasilnya juga tidak akan maksimal. Hal-hal yang dapat dijadikan pertimbangan dalam pemilihan tempat belajar bagi anak adalah :

1. Program atau kurikulum sekolah (pengembangan karakter anak, pendidikan budi pekerti, penanaman disiplin)

2. Fasilitas (alat permainan, toilet, kantin, suasana kelas, area permainan)

3. Kondisi Sumber Daya Manusia (tim pengajar, termasuk tim pendukung dalam sekolah tersebut)

4. Suasana belajar (pengaturan kelas, hubungan antara siswa dan guru, metode pembelajaran)

5. Keamanan

6. Jarak

7. Biaya

Sangat penting bagi kita untuk memperkenalkan konsep dan hal-hal yang berhubungan dengan sekolah, jauh-jauh hari sebelum dia masuk sekolah untuk pertama kalinya. Usia masuk sekolah pada anak-anak berbeda pada setiap daerah. Rata-rata usia sekolah adalah antara 4 sampai 6 tahun (usia 6 tahun merupakan usia wajib sekolah). Umur bukanlah hal yang utama, yang terpenting adalah pengalaman karena pengalaman mempengaruhi tingkat perkembangan anak-anak namun hal utama yang dapat digunakan untuk melihat kesiapan belajar adalah umur.

Lee & Lee (dalam www.parenting.nsw.gov.au) menyatakan ada 7 aspek minimal yang harus dipenuhi pada kesiapan sekolah, yaitu:

1. Kompetensi Sosial ; McClelland dan Lentz (dalam www.parenting.nsw.gov.au) mengatakan bahwa ada standar minimal kemampuan sosial yang harus dimiliki oleh anak, seperti bisa berteman dengan siswa lainnya secara adekuat, tidak agresif dan tidak melukai anak-anak lain.

2. Perkembangan Fisik dan Keterampilan Motorik; Beberapa penulis (Dean, Ashon dan Elliot,1994 dan Docket,2000 dalam www.parenting.nsw.gov.au) menyatakan bahwa kesehatan fisik dan kemampuan motorik yang baik membantu anak-anak untuk siap sekolah.

3. Kematangan Emosi ; Dockett, et.al (dalam www.parenting.nsw.gov.au) membuat survey dengan memberikan pertanyaan yang terbuka mengenai hal apa saja yang penting dalam kesiapan sekolah. 36% orang tua menjawab penyesuaian diri merupakan aspek yang terpenting dari yang lainnya. Label yang tidak baik yang diberikan oleh guru pada anak bisa dibawa anak seumur hidupnya.

4. Kemampuan kognitif; Anak cepat beradaptasi dengan lingkungan belajarnya dan anak memiliki ketekunan dalam belajar.

5. Kemampuan Bahasa; Para ahli menitikberatkan pada kemampuan anak dalam berkomunikasi secara efektif dengan gurunya dan mampu menyampaikan ide-idenya dengan jelas.

6. Pengetahuan umum dan keahlian; Keterampilan-keterampilan yang penting untuk dikuasai anak diantaranya adalah buang air besar/kecil, mengikat tali sepatu, dan mampu makan siang sendiri. Pengetahuan yang harus dipenuhi contohnya seperti ide-ide, fakta-fakta atau konsep-konsep, mengetahui alfabeth dan angka-angka

7. Pemahaman terhadap Aturan; Dockett, et.al (dalam www.parenting.nsw.gov.au) melakukan penelitian yang menyatakan bahwa 76% keberhasilan dalam sekolah ditentukan oleh peraturan.

Kesiapan tidak hanya dibutuhkan oleh anak namun juga orangtua, karena apa yang dirasakan orangtua maka anak juga akan merasakannya. Ketika orangtua merasa cemas atau takut maka anak akan lebih merasakannya. Beberapa tips yang dapat membantu para orangtua sebelum anak masuk sekolah pertama kali:

· Mengajak anak mengunjungi calon sekolahnya, bukan hanya pada waktu pembukaan sekolah atau survey, tapi juga saat kegiatan belajar-mengajar berlangsung. Ajak anak untuk berkeliling calon sekolahnya misalnya masuk ke toilet, ruang makan, dsb, memperkenalkan pada para guru, terutama guru yang mengajarnya dan sebaiknya dilakukan lebih dari sekali.

· Sesering mungkin anak diajak untuk melewati bangunan sekolahnya ketika akan pergi ke suatu tempat, sengaja melewati lokasi sekolahnya, sambil berkata, “Nanti kamu sekolah di sini, lho… bagus kan sekolahnya… Kalau memungkinkan, lewat di sekolah saat sedang jam bermain, jadi anak bisa melihat keceriaan teman-teman yang sudah bersekolah.

· Ketika dalam kondisi santai, ceritakan hal-hal menarik tentang sekolah, kegiatan apa saja yang ada di sekolahnya, bagaimana suasana kelasnya, dsb.

· Mengajak anak membaca buku cerita tentang hari pertama masuk sekolah. Melihat bahwa tokoh-tokoh kesayangannya juga bersekolah akan membuat anak bangga dan senang masuk sekolah.

· Mengajak anak bermain sekolah-sekolahan, biasanya anak akan lebih mengerti jika memang dilakukan sambil bermain peran. Lakukan kegiatan-kegiatan menarik yang biasanya ada di sekolah seperti mendengarkan cerita, melukis, menempel, bermain, dll.

· Jelaskan juga tentang siapa yang akan mengantar dan menjemput anak saat ia bersekolah. Tegaskan bahwa anak hanya boleh pulang dengan orang yang ditunjuk untuk menjemputnya.

· Mulai menyamakan rutinitas dan kegiatan di rumah dengan jadwal sekolah. Jika karena sekolah dia harus bangun pukul enam pagi, latihlah hal itu beberapa minggu sebelumnya dan jadikan itu sebagai rutinitas harian di rumah.

· Saat anak pulang sekolah, beri dia pelukan dan sambutan hangat dan mengajak ngobrol anak dengan ceria bukan menginterogasinya.

· Bersiaplah jika ada perilaku negatif yang tiba-tiba muncul. Hal ini mungkin karena anak merasa lelah, takut, atau kaget dengan rutinitas baru. Ajak anak bicara dari hati ke hati, lama-kelamaan perilaku ini akan berkurang atau menghilang.

· Orangtua sebaiknya tidak tegang, khawatir, atau cemas berlebihan menjelang anak masuk sekolah, karena perasaan mereka bisa terbawa perasaan kita.

Siapkan diri kita sebagai orangtua sekaligus mempersiapkan anak kita untuk masuk dalam jenjang pendidikan yang terbaik untuk anak kita.

 

 

Pendaftaran Sipenmaru

You must have the Adobe Flash Player installed to view this player.

GALERI FOTO

POLLING

Bagaimana menurut Anda tentang Rumah Sakit QIM batang, mulai dari pelayanan, fasilitas, penunjang, tarif dan lingkungan RS. QIM ?