header rs. qim

JAM BESUK

PAGI
Jam 10.00 - 13.00 WIB : R. Perawatan
Jam 10.00 - 12.00 WIB : R. HCU
Jam 11.00 - 12.00 WIB : R. Bayi
SORE
Jam 16.30 - 19.30 WIB : R. Perawatan
Jam 17.00 - 18.30 WIB : R. HCU
Jam 17.00 - 18.00 WIB : R. Bayi

KONTAK INFORMASI

Rumah Sakit QIM
Jl.Urip Sumohardjo, Sambong, Batang, Jawa Tengah
Telp : (0285) 4495222
Fax  : (0285) 4495224

RS QIM di FACEBOOK

Beranda Artikel PENTINGNYA IHSAN
PENTINGNYA IHSAN PDF Print E-mail
Ditulis oleh Rini Saputro   
Rabu, 05 September 2012 13:31

 

Bulan Ramadhan baru saja berlalu dari tengah – tengah kita. Selama sebulan penuh kita berpuasa, yang dengan puasa itu kita dilatih untuk sabar, menjauhi kata dan laku kotor, sebaliknya kita didorong untuk dermawan dan menjadi pemaaf. Dengan berlalunya bulan Ramadhan, bukan berarti lantas kita kembali lagi hidup dalam alam bebas menceburkan kembali dalam dosa – dosa. Justru dengan selesainya puasa menjadi awal untuk berbenah diri menyongsong hidup sebelas bulan ke depan. Hakikat tujuan puasa sebagaimana firman Allah dalam surat Al baqoroh ayat 183 adalah membentuk manusia – manusia bertaqwa. Taqwa dalam arti mampu memenuhi dan menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi semua laranganNya.Jadi idealnya dengan berbekal puasa yang telah kita lakukan semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Alloh.

Memang selalu istiqomah dalam ketaqwaan itu tidak mudah, juga menghindarkan diri dari dosa itu tidak gampang. Di depan kita banyak sekali kebaikan yang diperintahkan serta keburukan yang dilarang oleh Allah tinggal kita mau memilih yang mana. Sebagai alumni Ramadhan ,tentu kita lebih condong memilih ketaatan kepada Allah dari pada kejahatan sekali pun indah dipandang mata, karena pada hakikatnya semua hal yang dilarang Allah adalah berpotensi mendatangkan kemudhorotan.

Menapaki hari-hari setelah Ramadhan semampu mungkin tetap kita jaga hari-hari kita sebagaimana ketika kita dalam bulan Ramadhan, tetap giat beribadah, menghindari ucapan dan perbuatan, yang tidak senonoh, mengendalikan hawa nafsu baik yang bangkit dari alat kelamin  ( nafsu sex ) maupun dari mulut dan perut ( nafsu makan ). Dengan demikian sepanjang tahun, suasana Ramadhan terus ada bersama kita.

Sebagai seorang muslim yang baik,harus ada upaya untuk selalu meningkatkan kebaikan dalam hidupnya, hal ini sesuai dengan semangat“ syawal ” yang berarti terangkat/meningkat.

Apabila kita selama ini telah berislam dengan menjalankan rukun-rukunnya, maka tingkatkanlah dengan menanamkan keimanan ke dalam sanu bari kita sedalam – dalamnya. Keimanan adalah,mempercayai dengan sepenuh hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan perintah – perintah Allah. Maka ,bagi orang yang mengaku beriman, sangat tidak pantas kalau hidupnya mudah berputus asa dan sering mengeluh. Orang yang beriman meyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa apapun yang terajdi yang menimpa dirinya ,adalah atas kehendak Allah jadi tidak perlu di tangisi apa-apa yang luput dari kita, dan tidak perlu ngoyo dalam menginginkan sesuatu, tapi cukup dengan kekuatan ikhtiar, berdoa,dan menyerahkan hasilnya di tangan Allah.

Selanjutnya sikap yang perlu kita pupuk selepas Ramadhan ini adalah sikap “ ihsan ” .Rosululloh SAW pada suatu kesempatan sedang berkumpul dengan para sahabat dan ditanyakan kepada beliau tentang ihsan, dijawab oleh beliau, bahwa ihsan adalah kamu menyembah ( beribadah ) kepada Allah seakan-akan kamu melihatNya, dan jika kamu tidak mampu melihatNya, justru Allah lah yang melihat ( mengawasi ) mu.

Penerapan sikap ihsan sangat penting dalam kehidupan kita, karena orang berihsan akan selalu berhati-hati dalam kehidupannya, karena ia selalu merasa diawasi oleh Sang Pencipta. Sholat yang dikerjakan tanpa dibarengi sikap ihsan, biasanya asal dikerjakan sekedar untuk menggugurkan kewajiban.

Tetapi sholat yang dikerjakan dengan ihsan akan dikerjakan dengan penuh kekhusukan ,karena ia merasa sedang menyembahTuhannya.

Bila sikap ihsan ini diterapkan dalam setiap aktivitas kita dalam bekerja dan lain-lain maka akan lebih berhasil guna.

Bila kita berprofesi pedagang, maka kita menjadi pedagang yang jujur, bila kita sebagai pegawai maka kita akan bekerja secara professional, karena orang yang berihsan sekalipun atasannya tidak mengawasinya dia merasa ada Allah yang selalu mengawasinya.

Bila kita mau benar-benar berihsan dalam segala hal, tentu kuwalitas kehidupan kita akan selalu meningkat, dan ini sesuai dengan semangat syawal yang artinya terangkat/ meningkat.

Ja’alanallohu waiyyakumminal‘aidinwalfaizin, kullu ‘aamin waantum bikhoir.

SELAMAT  HAR RAYA IDUL FITRI 1433 H. MINAL AIDIN WAL FAIZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.

 

Pendaftaran Sipenmaru

You must have the Adobe Flash Player installed to view this player.

GALERI FOTO

POLLING

Bagaimana menurut Anda tentang Rumah Sakit QIM batang, mulai dari pelayanan, fasilitas, penunjang, tarif dan lingkungan RS. QIM ?