header rs. qim

JAM BESUK

PAGI
Jam 10.00 - 13.00 WIB : R. Perawatan
Jam 10.00 - 12.00 WIB : R. HCU
Jam 11.00 - 12.00 WIB : R. Bayi
SORE
Jam 16.30 - 19.30 WIB : R. Perawatan
Jam 17.00 - 18.30 WIB : R. HCU
Jam 17.00 - 18.00 WIB : R. Bayi

KONTAK INFORMASI

Rumah Sakit QIM
Jl.Urip Sumohardjo, Sambong, Batang, Jawa Tengah
Telp : (0285) 4495222
Fax  : (0285) 4495224

RS QIM di FACEBOOK

Beranda Artikel APAKAH IMUNISASI DI PUSKESMAS SAJA CUKUP ?
APAKAH IMUNISASI DI PUSKESMAS SAJA CUKUP ? PDF Print E-mail
Ditulis oleh Rini Saputro   
Senin, 17 September 2012 09:44

 

Imunisasi Rumah Sakit QIM

APAKAH IMUNISASI DI PUSKESMAS SAJA CUKUP ?

oleh: dr. Tan Evi Susanti, Sp.A

Imunisasi adalah proses pembentukan kekebalan secara aktif dengan pemberian kuman yang dilumpuhkan atau dimatikan. Imunisasi sudah diyakini sebagai upaya pencegahan penyakit infeksi. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, semakin bertambah banyak pula jenis penyakit infeksi yang bisa dicegah dengan imunisasi.

Program pemerintah berkaitan dengan imunisasi yang dilaksanakan oleh puskesmas dan bidan meliputi BCG, Hepatitis B, DPT, Polio dan campak. BCG diberikan pada usia 1 bulan, Hepatitis B dan Polio diberikan sebanyak 4 kali ( waktu lahir, 1, 2,3 bulan), DPT diberikan 3 kali ( usia 1,2,3 bulan), Campak diberikan 1 kali pada usia 9 bulan. Pertanyaannya, Apakah Imunisasi tersebut sudah cukup?

Sejarah imunisasi dipelopori oleh Edward Jenner yang disebut bapak Imunisasi. Pada tahun 1721 terjadi wabah cacar (smallpox) di Inggris, 20% diantaranya meninggal dunia. Jenner mengamati para pekerja pemerah susu yang menderita bisul karena cacar sapi (cowpox) tidak tertular penyakit cacar. Kemudian Jenner membuat percobaan kepada anak tukang kebunnya dan kepada anaknya sendiri dengan mengambil nanah dari bisul tersebut dan dimasukkan ke bawah kulit dengan meyayatnya. Reaksi yang timbul adalah demam tetapi kedua anak tersebut tidak tertular cacar. Jenner melanjutkan percobaan tersebut dengan melibatkan lebih banyak orang dan melaporkannya kepada pemerintah. Dengan kemajuan ilmu mikrobiologi, penemuan Jenner tersebut dapat diproduksi dalam jumlah besar dan pada tahun 1840 Inggris memproduksi vaksin untuk cacar tersebut dan menyebar ke negara lain. Berkat penemuan Jenner dan kerjasama dunia, pada tahun 1980 dunia sudah bebas dari penyakit cacar.

Apakah penyakit lain bisa dimusnahkan dari dunia? Tentu saja bisa. Contohnya polio. Dunia sekarang ini sedang berusaha membasmi penyakit polio. Di Indonesia sejak tahun 1995 tidak ditemukan lagi kasus polio. Namun karena cakupan imunisasi yang rendah di beberapa daerah, pada tahun 2005 ditemukan kembali kasus polio dengan penyebaran yang cepat. Berkat program PIN, kasus polio bisa dihentikan, dan kasus polio terakhir dilaporkan tahun 2006. Jadi, untuk bisa memusnahkan suatu penyakit perlu usaha yang keras dan kerjasama dunia agar seluruh wilayah bisa diimunisasi. Satu wilayah saja tidak terimunisasi, penyakit bisa menyebar lagi keseluruh dunia.

Apa yang terjadi pada tubuh setelah vaksin disuntikkan? pada imunisasi, karena kuman disuntikkan maka terjadi reaksi pembentukan zat anti didalam tubuh ditandai dengan timbulnya antara lain demam atau nyeri dan bengkak lokal di tempat suntikan. Hal tersebut sifatnya hanya sementara dan dapat hilang dengan sendirinya. Sebagian kecil perlu obat penurun panas. Beberapa vaksin meninggalkan bekas luka, contohnya vaksin BCG. Sepuluh tahun terakhir, perkembangan vaksin mengalami kemajuan sangat pesat. Dengan menghilangkan komponen dari bakteri yang dapat menimbulkan panas, sekarang telah dihasilkan vaksin DPT yang tidak panas. Vaksin tersebut juga bisa dikombinasi (dalam satu suntikan berisi 3 vaksin), vaksin kombo, sehingga mengurangi frekuensi/jumlah suntikan dan frekuensi kunjungan ke dokter.

Ada berapa banyak jenis vaksin di dunia? Saat ini ada lebih dari 80 jenis vaksin didunia. Tidak perlu semua vaksin diberikan, karena tidak semua penyakit ada di satu wilayah. Misalnya vaksin meningitis hanya diperlukan untuk orang yang bepergian ke Arab Saudi dan negara-negara afrika sub sahara (meningitis belt). karena di wilayah tersebut endemis penyakit meningokokus.

Vaksin apa saja yang perlu diberikan di Indonesia? Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mempunyai gugus tugas/Satgas Imunisasi yang bertugas memantau perkembangan penyakit di Indonesia dan memilah, vaksin mana yang perlu diberikan di Indonesia berdasarkan penyakit yang ada. Vaksin akan direkomendasikan bila kasus kejadian penyakit sudah sangat banyak terjadi di Indonesia.

Sampai saat ini, IDAI merekomendasikan 9 vaksin selain 5 vaksin yang sudah ada di puskesmas dan bidan. Ke sembilan vaksin itu adalah:

  • 1. Haemophyllus Influenzae B (HIB)
  • 2. Pneumokokus (PCV)
  • 3. Influenza
  • 4. Varicella (cacar air)
  • 5. MMR (mumps measles rubela)
  • 6. Rotavirus (untuk diare)
  • 7. Tifoid
  • 8. Hepatitis A
  • 9. HPV (kanker leher rahim)

Apakah kesembilan vaksin tersebut diperlukan? Sangat diperlukan! karena penyakit tersebut ada disekitar kita dan beberapa sangat mematikan misalnya Pneumokokus dan HIB.

Apakah disemua fasilitas kesehatan melayani imunisasi rekomendasi IDAI? Tidak semua fasilitas kesehatan menyediakan vaksinasi secara lengkap. Di Kabupaten Batang, RS QIM sudah menyediakan vaksinasi secara lengkap. Konsultasikan jenis dan jadwal pemberian vaksin ke dokter spesialis anak.

 

Pendaftaran Sipenmaru

You must have the Adobe Flash Player installed to view this player.

GALERI FOTO

POLLING

Bagaimana menurut Anda tentang Rumah Sakit QIM batang, mulai dari pelayanan, fasilitas, penunjang, tarif dan lingkungan RS. QIM ?