header rs. qim

JAM BESUK

PAGI
Jam 10.00 - 13.00 WIB : R. Perawatan
Jam 10.00 - 12.00 WIB : R. HCU
Jam 11.00 - 12.00 WIB : R. Bayi
SORE
Jam 16.30 - 19.30 WIB : R. Perawatan
Jam 17.00 - 18.30 WIB : R. HCU
Jam 17.00 - 18.00 WIB : R. Bayi

KONTAK INFORMASI

Rumah Sakit QIM
Jl.Urip Sumohardjo, Sambong, Batang, Jawa Tengah
Telp : (0285) 4495222
Fax  : (0285) 4495224

RS QIM di FACEBOOK

Beranda Artikel Karakter kepemimpinan Rosulullah
Karakter kepemimpinan Rosulullah PDF Print E-mail

Ini adalah kisah dimulainya kisah yang paling cemerlang dan indah yang pernah dikenal manusia dalam sejarah pengejaran yang penuh bahaya, demi kebenaran, keyakinan dan iman.

Pada malam akan hijrah itu Muhammad membisikkan kepada Ali b. Abi Talib supaya memakai mantelnya yang hijau dari Hadzramaut dan supaya berbaring di tempat tidurnya. Dimintanya pula supaya sepeninggalnya nanti ia tinggal dulu di

Mekah menyelesaikan barang-barang amanat orang yang dititipkan kepadanya.

Sebelum itu Abu Bakr memang sudah menyiapkan dua ekor untanya yang diserahkan pemeliharaannya kepada Abdullah b. Uraiqiz sampai nanti tiba waktunya diperlukan.

Pemuda-pemuda yang sudah disiapkan Quraisy untuk membunuhnya malam itu sudah mengepung rumahnya, karena dikuatirkan ia akan lari. Dalam pada itu pemuda-pemuda yang sudah disiapkan Quraisy, dari sebuah celah mengintip ke tempat tidur Nabi.

Mereka melihat ada sesosok tubuh di tempat tidur itu dan merekapun puas bahwa dia belum lari. Tetapi, menjelang larut malam waktu itu, dengan tidak setahu mereka Muhammad sudah keluar menuju ke rumah Abu Bakr. Kedua orang itu kemudian keluar dari jendela pintu belakang, dan terus bertolak ke arah selatan – suatu arah yang jarang dilalui orang - menuju gua Tahúr sebuah gua di Gunung Thaur sebuah gunung di bawah Mekah.

Tiada seorang yang mengetahui tempat persembunyian mereka dalam gua itu selain Abdullah b. Abu Bakr, dan kedua orang puterinya Aisyah dan Asma, serta pembantu mereka 'Amir b. Fuhaira.

Abu Bakr meminta anaknya Abdullah supaya mendengar-dengarkan apa yang dikatakan orang tentang mereka itu siang hari, lalu sorenya supaya kembali membawakan berita yang terjadi hari itu kemudian disampaikannya kepada Nabi dan kepada ayahnya.

Sedang 'Amir b.Fuhaira tugasnya menggembalakan kambing Abu Bakr' sorenya diistirahatkan, kemudian mereka memerah susu dan menyiapkan daging. Apabila Abdullah b. Abi Bakr keluar kembali dari tempat mereka, datang 'Amir mengikutinya dengan kambingnya guna menghapus jejaknya.

Ketika itu, bila hari sudah sore, Asma datang membawakan makanan yang cocok buat mereka. Rasulullah s.a.w. tinggal dalam gua selama tiga hari tiga malam.

Peran besar Rasulullah s.a.w. dan Abu Bakr tidak lepas dari pembagian tugas yang sangat brilian untuk peran Ali b. Abi Talib , Abdullah b. Uraiqiz , Abdullah b. Abu Bakr , 'Amir b.Fuhaira , Asma binti Abu Bakr

Peran Ali b. Abi Talib sebagai penyamar Rosulullah dan menyelesaikan barang-barang amanat orang yang dititipkan kepadanya., Abdullah b. Uraiqiz seorang sais onta yang mempersiapkan sarana kendaraan ( onta ), Abdullah b. Abu Bakr yang bertugas sebagai telik sandi ( inteljen )untuk mendapat fakta , 'Amir b.Fuhaira seorang gembala yang bertugas menghilangkan jejak-jejak kaki , Asma binti Abu Bakr yang mengurus logistik makanan .

Peran pemimpin yang dibutuhkan pada situasi genting seperti tersebut ,butuh pemimpin yang berkarakter kuat.

Mengapa karakter itu penting? Karena dengan karakter kita akan menemukan : sikap mental yang terlatih pada saat ujian datang ,kekuatan dari dalam untuk bertahan , kebenaran yang hakiki dari nurani , filosofi, prinsip kebesaran jiwa , pertumbuhan sikap mental menjadi kuat, Kekuatan karakter seseorang akan tampak saat ia mengalami tekanan, tantangan, masalah, ujian, dan pencobaan.

Dari banyak hal ,sedikit ciri pemimpin yang berkarakter adalah dapat mengambil keputusan dengan tepat engambilan keputusan pada hakekatnya adalah suatu cara yang sistematis terhadap masalah . Pengumpulan fakta-fakta dan data, penentuan yang matang dari alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan –tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat. Dari pengertian ini dapat diartikan secara singkat dapat dikatakan bahwa ada 7 langkahyang perlu diambil dalam usaha memecahkan masalah dengan mempergunakan teknik-teknik ilmiah. Langkah-langkah itu adalah

1. Mengetahui hakekat dari pada masalah yang dihadapi,

2. Mengumpulkan fakta dan data yang relevant

3. Mengolah fakta dan data tersebut;

4. Menentukan beberapa alternatif yang mungkin ditempuh;

5. Memilih cara pemecahan dari alternatif-alternatif yang telah diolah dengan matang;

6. Memutuskan tindakan apa yang hendak dilakukan ;

7. Menilai hasil-hasil yang diperoleh sebagai akibat daripada keputusan yang telah diambil.

Pada dasarnga semua manusia adalah pemimpin ,minimal pemimpin diri sendiri yaitu memimpin hawa nafsu agar dapat selaras dengan tuntunan agama.Lebih dari itu adalah pemimpin keluarga , masyarakat sekitar atau pemimpin suatu negara.

Dan kepemimpinan kita nanti akan ditanya di akherat , apakah memimpin dengan alat kekuasaan atau dengan karakter yang dicontohkan Rosulullah .

Bahan pertanyaan yang pas buat kita semua adalah , bagaimana karakter kepemimpinan kita ? Bagaimana karakter kepemimpinan kita terhadap diri kita , keluarga maupun masyarakat ??

Daftar pustaka

1. Sejarah Hidup Muhammad , Muhammad Husain Haekal , PUSTAKA JAYA, Jakarta Pusat, 1980

2. Kepemimpinan Efektif, Kepemimpinan Yang Mampu Mengambil Keputusan Tepat , Nisrul Irawati Se, Mba , Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara

 

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Ketersediaan Kamar

Call Center

Berita Utama

Prev Next

Pendaftaran Sipenmaru

You must have the Adobe Flash Player installed to view this player.

GALERI FOTO

POLLING

Bagaimana menurut Anda tentang Rumah Sakit QIM batang, mulai dari pelayanan, fasilitas, penunjang, tarif dan lingkungan RS. QIM ?