header rs. qim

JAM BESUK

PAGI
Jam 10.00 - 13.00 WIB : R. Perawatan
Jam 10.00 - 12.00 WIB : R. HCU
Jam 11.00 - 12.00 WIB : R. Bayi
SORE
Jam 16.30 - 19.30 WIB : R. Perawatan
Jam 17.00 - 18.30 WIB : R. HCU
Jam 17.00 - 18.00 WIB : R. Bayi

KONTAK INFORMASI

Rumah Sakit QIM
Jl.Urip Sumohardjo, Sambong, Batang, Jawa Tengah
Telp : (0285) 4495222
Fax  : (0285) 4495224

RS QIM di FACEBOOK

Beranda Artikel UKHUWAH ISLAMIAH
UKHUWAH ISLAMIAH PDF Print E-mail
Ditulis oleh Ahmad Yahya   
Jumat, 17 Desember 2010 14:49

Segala Puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, para sahabatnya dan para pengikutnya, amien…

Firman Allah yang artinya “Sesungguhnya orang – orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu” (QS. Al Hujurat : 10).

Dari ayat itu kita seharusnya memandang sesama muslim sebagai saudara, apapun latar belakangnya, suku agama, strata, ras, dll. Memang dalam kehidupan kita sebagai makhluk sosial, ketika kita berinteraksi antara satu dengan lainnya, perselisihan dan perbedaan – perbedaan dalam berbagai bidang kehidupan pasti muncul. Namun jangan sampai perselsihan dan perbedaan diantara kita sesama muslim berujung pada perpecahan yang sulit sekali dirukunkan.

Ayo sesama muslim yang nabinya sama, kitab sucinya sama, sadarilah bahwa perbedaan adalah memang sunatullah yang harus kita sadari bersama. Alangkah wibawanya kita sebagai muslim jika kita menyadari itu dan cepat – cepat merapatkan barisan, bahu membahu untuk mewujudkan persatuan dan kerukunan, baik itu persaudaraan sesama muslim, sampai pada persaudaan sesama manusia. Kita miris yang hidup di abad ini, ketika melihat kenyataan rapuhnya ukhuwah islamiah, karena hal – hal sepele yang sebenarnya kurang urgensi, menyebabkan renggangnya persaudaraan sesama muslim.

Mari kita buka lagi lembaran sejarah Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang telah mencontohkan bagaimana harmonisnya persaudaraan muslim pada saat itu. Oleh Rasulullah SAW, suku Aus dan Khosroj, dua suku penting di kota Madinah yang tadinya saling bermusuhan selama bertahun – tahun, dipersaudarakan di bawah bendera Islam dan dipersaudarakan dengan kaum muhajirin dari Mekkah. Setelah dipersaudarakan oleh Rasul dengan segala pengorbanan yang diberikan oleh kaum Anshor (Aus dan Khozroj); rumah, ternak, kebun, maka dari persaudaan yang kokoh di bawah panji-panji ajaran Islam. Akhirnya kaum Anshor dan muhajirin menjadi penggerak-penggerak Tauhid yang sinarnya sampai memancarkan ke belahan Barat di Australia, Spanyol, menerangi dunia Timur sampai ke perbatasan Tiongkok. Padahal sebelumnya kabilah/suku-suku itu tidak pernah diperhitungkan oleh bangsa-bangsa lain. Berkat persaudaraan kaum Anshor dan kaum Muhajirin, Islam menjadi agama besar sanggup mengalahkan imperium Romawi dan kekaisaran Persia yang selanjutnya umat islam pada waktu itu menjadi pembawa obor bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini sangat sesuai dengan Sabda Nabi :

“Agama Islam adalah tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dari Islam”

Kita bersyukur kepada Allah, bahwa adanya bermacam-macam organisasi keagamaan dalam kehidupan umat islam di Negara kita, sampai sekarang belum pernah terjadi munculnya pertikaian yang fatal. Guna menjaga kondisi yang baik ini perlu selalu dijaga kerukunan, dimana masing-masing aliran/golongan harus pandai-pandai saling menghormati sehingga masing-masing pihak bisa menikmati keleluasaan dalam mengamalkan syariat agama.

Sesama muslim jangan mudah tergoda oleh bisikan–bisikan hawa nafsu yang meniup-niupkan api permusuhan di kalangan umat. Umut Islam jangan mudah terpancing oleh isu-isu negatif fanatisme khilafah, yang kadang kala kita di obok-obok oleh pihak luar lewat isu tersebut. Sabda Nabi :

“Orang mukmin terhadap orang mukmin lainnya laksana sebuah bangunan, sebagiannya memperkokoh sebagian yang lain” (HR. Muslim)

Islam menjadi agama mayoritas di negeri kita ini, ayo kita buktikan menjadi agama yang dapat di jadikan contoh oleh pemeluk agama lain. Bagaimana umat lain segan kepada kita, mau menghormati kita kalau kita sendiri tidak mau menghormati agama kita. Kita ngomong ukhuwah islamiyah sementara kita terus menanam bibit-bibit perpecahan, beda haluan politik pecah, beda mazhab pecah, beda ormas pecah.

Marilah seluruh lapisan umat islam senantiasa kita sadarkan akan pentingnya persatuan dan ukhuwah islamiyah sebagai modal/syarat untuk mengembalikan kejayaan Islam dan umatnya sebagaimana pernah terukir dalam sejarah peradapan umat manusia, bahwa islam dan umatnya pernah menjadi mercusuarnya peradaban di planet bumi ini.

Oleh : Ahmad Yahya *)

Last Updated on Jumat, 17 Desember 2010 14:58
 

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Ketersediaan Kamar

Call Center

Berita Utama

Prev Next

Pendaftaran Sipenmaru

You must have the Adobe Flash Player installed to view this player.

GALERI FOTO

POLLING

Bagaimana menurut Anda tentang Rumah Sakit QIM batang, mulai dari pelayanan, fasilitas, penunjang, tarif dan lingkungan RS. QIM ?