header rs. qim

JAM BESUK

PAGI
Jam 10.00 - 13.00 WIB : R. Perawatan
Jam 10.00 - 12.00 WIB : R. HCU
Jam 11.00 - 12.00 WIB : R. Bayi
SORE
Jam 16.30 - 19.30 WIB : R. Perawatan
Jam 17.00 - 18.30 WIB : R. HCU
Jam 17.00 - 18.00 WIB : R. Bayi

KONTAK INFORMASI

Rumah Sakit QIM
Jl.Urip Sumohardjo, Sambong, Batang, Jawa Tengah
Telp : (0285) 4495222
Fax  : (0285) 4495224

RS QIM di FACEBOOK

Beranda Artikel KETIKA ANAK BERTANYA TENTANG SEX
KETIKA ANAK BERTANYA TENTANG SEX PDF Print E-mail
Ditulis oleh Rini Saputro   
Sabtu, 28 Januari 2012 08:58

“KETIKA ANAK BERTANYA TENTANG SEKS”

Tiara Asri Sasmitawati, M.Psi., Psikolog

Perkembangan jaman yang semakin pesat juga meningkatkan kecerdasan anak-anak kita. Terkadang kita sebagai orang tua atau seorang profesional bingung menjawab rasa penasaran atau rasa ingin tahu anak-anak kita yang di luar batas kemampuan kita. Namun sebagai orang tua , sebagai profesional atau sebagai pendidik tentu kita dituntut untuk dapat menjawab apa yang ditanyakan sesuai kemampuan kita dan kemampuan anak untuk menangkap apa yang kita katakan. Banyak pertanyaan dari anak yang membuat kita berpikiran “kok anak sekecil itu tanyanya aneh-aneh si”. Dan karena orangtua bingung menjawab pertanyaan tersebut akhirnya orangtua hanya berkata “udah diam saja, tidak usah tanya yang aneh-aneh”. Padahal itu bukan hal yang aneh sebenarnya namun ketika ditanyakan oleh anak kecil menjadi aneh karena orangtua bingung untuk menjawabnya. Dan kemudian ketika orangtua tidak bisa menjawab dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, maka anak akan mencari jawaban sendiri di luar dan sangat dimungkinkan kalau jawaban tersebut justru akan menyesatkan anak.


Misalnya saja ketika seorang anak bertanya kepada ibunya darimana ia berasal. Pertanyaan itu biasanya awal dari pertanyaan yang jawabannya akan sulit dijelaskan. Karena di dalamnya akan ada pertanyaan-pertanyaan selanjutnya tentang seksualitas apalagi ketika mereka sudah masuk akil balig atau memasuki usia remaja yang didalamnya terjadi perubahan secara fisik dan biologis. Pada perempuan misalnya ketika sudah mengalami haid atau menstruasi, pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah. Nah sebaiknya saat itulah kita sebagai orang tua mulai menjelaskan mengenai hal-hal yang terkait dengan organ reproduksi, atau seksualitas. Karena yang terjadi saat ini anak usia SD sudah mengalami menstruasi bagi wanita, padahal bisa jadi secara psikologis mereka belum siap jadi peran orangtualah untuk menjelaskan kepada anak-anak mereka mengenai hal ini. Saat ini bukan hal yang tabu lagi untuk membicarakan masalah seksualitas ini karena perkembangan dan pergaulan anak dan remaja yang semakin bebas, membuat orangtua mau tidak mau harus memberikan pendidikan seks sejak dini tentu dimulai dengan bahasa yang sederhana.

Perkembangan anak

Kapan waktu yang tepat berbicara mengenai seks dengan anak-anak? Biasanya dapat dimulai ketika anak-anak mulai melontarkan pertanyaan sederhana mengenai seks, berarti anak-anak berhak mendapatkan jawaban-jawaban yang mudah dimengerti oleh anak. Misalnya anak bertanya “darimana datangnya adik bayi?” Jika anak sendiri tidak menanyakan atau tampak tidak tertarik membicaraka seks dan reproduksi, mungkin anak mendapat kesan bahwa seks adalah persoalan yang terlarang dan tabu untuk dibicarakan. Karena memang saat ini masih banyak keluarga yang menganggap tabu dan akhirnya tidak mengajarkan atau menjelaskan pendidikan seks yang benar kepada anak. Sehingga anakpun mendapat informasi dari luar yang diterima anak secara mentah tanpa pendampingan dari orangtua sendiri. Saat ini di sekolah anak-anak sudah mendapat pelajaran mengenai organ reproduksi, mereka tentu semakin penasaran karena di sekolah sendiri tidak menjelaskan secara detail akhirnya mereka mencari info melalui media baik media massa maupun elektronik. Tanpa pendampingan, mereka tidak mengetahui mana yang baik dan buruk karena masalah seksualitas merupan hal yang baru bagi mereka, akhirnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kasus yang akhir-akhir ini terjadi seperti kasus sodomi, perkosaan, kehamilan di luar nikah, dll.

Padahal sebenarnya orang tua dapat mengemukakan persoalan seperti pada saat momen-momen pengajaran seperti ketika anak-anak belajar, atau menonton TV, biasanya anak-anak sangat terbuka terhadap informasi dan bimbingan mengenai sesuatu termasuk seks. Selama memberikan pengetahuan kepada anak tunjukkan kepada anak bahwa orang tua tidak takut atau malu untuk membicarakan seks sehingga mereka juga terbuka dengan keingintahuannya mengenai seks. Keterbukaan ini akan membantu orang tua untuk menjelaskan kepada anak,sehingga rasa ingin tahu anak dapat terjawab dengan baik dengan diarahkan ke hal-hal yang positif.

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk mengatasi hal ini, yaitu :

1. Orangtua , para pendidik dan professional lainnya sebaiknya memiliki pengetahuan yang benar dan tepat mengenai kesehatan reproduksi, organ reproduksi dan seksualitas. Orangtua mencari informasi yang sebenar-benarnya misalnya melalui buku, kemudian berkonsultasi kepada yang ahli, sehingga akan mendapatkan informasi yang sangat akurat.

2. Orangtua menumbuhkan rasa percaya kepada anak.

Pendidikan seorang anak dimulai sejak dalam kandungan, sejak saat itulah orangtua menumbuhkan rasa percaya kepada anak. Orangtua menumbuhkan bahwa orangtua dapat dipercaya oleh anak dalam hal apapun sehingga anak dapat bercerita dan berkeluh kesah mengenai hal apapun kepada orangtua. Sebaliknya orangtua juga percaya kepada anak, orangtua percaya bahwa anak mereka dapat dipercaya terhadap apapun yang dilakukan anak. Sehingga terwujud antara orangtua dan anak dapat saling percaya satu sama lain.

3. Orangtua dapat menjadi contoh yang baik bagi anaknya.

Anak belajar dari apa yang dilihat dan didengarnya, sehingga apapun yang dia lihat dan dengar akan masuk ke dalam ingatannya dengan sangat mudah. Hal pertama yang dilihat dan didengar adalah apa yang dilakukan dan dibicarakan oleh orangtuanya karena proses belajar anak yang paling awal awal anak adalah di rumah.

Pendidikan seks sebaiknya diberikan secara dini di keluarga

bila anak dari kecil sudah ditanamkan basis pengetahuan seks, pengetahuan risiko seks bisa dibicarakan saat mereka beranjak remaja

Pendidikan seks harus disampaikan dalam konteks positif dan bukan dengan nada negatif. Seks harus merupakan proses alami yang layak mendapat penghargaan dan bukan sesuatu yang memalukan.

 

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Ketersediaan Kamar

Call Center

Berita Utama

Prev Next

Pendaftaran Sipenmaru

You must have the Adobe Flash Player installed to view this player.

GALERI FOTO

POLLING

Bagaimana menurut Anda tentang Rumah Sakit QIM batang, mulai dari pelayanan, fasilitas, penunjang, tarif dan lingkungan RS. QIM ?