header rs. qim

JAM BESUK

PAGI
Jam 10.00 - 13.00 WIB : R. Perawatan
Jam 10.00 - 12.00 WIB : R. HCU
Jam 11.00 - 12.00 WIB : R. Bayi
SORE
Jam 16.30 - 19.30 WIB : R. Perawatan
Jam 17.00 - 18.30 WIB : R. HCU
Jam 17.00 - 18.00 WIB : R. Bayi

KONTAK INFORMASI

Rumah Sakit QIM
Jl.Urip Sumohardjo, Sambong, Batang, Jawa Tengah
Telp : (0285) 4495222
Fax  : (0285) 4495224

RS QIM di FACEBOOK

Beranda Artikel MUHAMMAD SAW NABI DAN ROSUL TERAKHIR
MUHAMMAD SAW NABI DAN ROSUL TERAKHIR PDF Print E-mail
Ditulis oleh Rini Saputro   
Kamis, 02 Februari 2012 09:55

MUHAMMAD SAW

NABI DAN ROSUL TERAKHIR

Oleh : Ahmad Yahya

Beberapa saat setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW,pada Robiul Awal tahun 11 H atau 632 M,m uncul seseorang yang bernama Musailamah al-Kadzdzab(musailamah si pembohong). Ia memproklamirkan diri sebagai Nabi baru yang diutus Allah menggantikan Muhammad SAW. Peristiwa ini merupakan ujian sekaligus gangguan terhadap akidah Islam dan kesatuan umat Islam. Alhasil, pengakuan sesat si Musailamah tidak berkembang, karena Kholifah Abu Bakar as-Siddiq RA mengambil inisiatif jalan tegas berupa penumpasan terhadap si Nabi palsu tersebut.

 

Dalam perjalanan sejarah Islam, penyelewengan terhadapa akidah Islam berupa munculnya paham-paham yang menyimpang memperlihatkan fenomena naik turun sesuai dengan dinamika zaman. Pada zaman penjajahan munculnya aliran sempalan yang mengotori akidah Islam dan melemahkan jihad melawan kolonialisme di negeri-negeri Muslim ,seperti munculnya Bahaeisme dan Ahmadiyah ,di satu sisi mendapat sambutan dan bantuan serta perlindungan dari para penjajah , karena sangat ampuh untuk menghancurkan Islam dan kaum Muslimin dari dalam, di sisi lain terjadi penentangan dari umat Islam karena jelas-jelas aliran-aliran tersebut merupakan hasil olah pikir orang-orang konyol yang keluar dari jalur Alquran dan Sunah Nabi. Aliran-aliran sempalan tadi merupakan wujud penodaan terhadap Islam, yang bila dibiarkan akan menghancurkan akidah umat Islam .

 

Dewasa ini kasus penodaan terhadap Islam makin marak dalam masyarakat kita, yang lama belum teratasi muncul sempalan yang baru. Islam secara tegas menolak kepercayaan yang mengatakan bahwa sesudah Rosulullah SAW wafat masih ada lagi Nabi yang diberi wahyu oleh Allah untuk didakwahkan kepada umat manusia. Tidak ada lagi ajaran dan kitab yang turun untuk dijadikan rujukan, pegangan dan sumber hukum selain Alquran dan sunah Rosul.

Barangsiapa yang berpegang teguh kepada kedua-duanya, dia akan selamat di dunia dan akhirat. “Taroktu fiikum amroini idzaa tamassaktum bihima lan tadhilluu abadaa kitabulloohi wasunnatu rosuulihi : Aku tinggalkan kepadamu dua perkara apabila kamu berpegang teguh kepada keduanya tentu kamu tidak akan sesat selamanya yaitu kitabulloh (Alquran ) dan Sunah Rosul ” ( Al hadis )

Setiap Muslim wajib percaya bahwa Muhammad SAW adalah Nabi dan Rosul terakhir ( khotamun nabiyyin ). Ini adalah prinsip akidah Islam yang sangat fundamental. Sekedar mengakui ‘’ tiada Tuhan selain Allah’’ belumlah menjadikan seseorang sebagai Muslim. Syarat seorang Muslim, selain mengakui Allah sebagai Tuhan, secara bersamaan pula mengakui kenabian Muhammad SAW. Dalam Islam kepercayaan kepada Allah tidak dapat dipisahkan dari kepercayaan kepada Nabi Muhammad dan risalahnya. Sekedar mempercayaai Muhammad SAW sebagai nabi juga belum komplet, harus mempercayai risalahnya dan berusaha untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Imam Alqurtubi dalam kitab tafsirnya mengutip hadis nabi Muhammad SAW, “ Namaku dalam Injil ialah Ahmad, sedangkan namaku dalam Alquran ialah Muhammad, sebab aku terpuji di kalangan penduduk langit dan bumi.” Imam Alqurtubi juga menukil riwayat Nabi Musa berdoa, “ ya Allah! Masukkanlah aku kedalam golongan umat Ahmad ( Muhammad )”.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “ Aku diutus kepada sekalian mahkluk dan dengan kedatanganku ditutuplah kenabian.”( HR.Muslim dan Turmudzi ) Dalam riwayat lain, “ Di kalangan umatku akan muncul tiga puluh pendusta , semuanya mengaku Nabi, padahal akulah penutup para Nabi, tidak ada lagi Nabi sesudahku , dan akan senantiasalah segolongan dari umatku tegak di atas kebenaran. Tidak akan memberi bencana atas mereka siapapun yang menentang mereka, hingga datanglah ketentuan Allah, dan mereka tetap atas yang demikian.” ( HR.Abu Dawud ).

Untuk menjaga eksistensi Islam sebgai agama dunia, tidak diperlukan lagi Nabi baru sesudah Nabi Muhammad, baik yang membawa syariat maupun yang tanpa syariat . Islam adalah ajaran pamungkas sejak diutusnya Muhammad SAW. Pada prinsipnya Islam adalah ajaran yang menjiwai para Nabi sejak Adam AS sampai Nabi terakhir Muhammad SAW. Tinggal bagaimana umat Islam memposisikan Islam ini dalam kehidupannya. Kalau ingin sejahtera dan sentosa dunia dan akhiratnya, tentu tidak ada pilihan lain kecuali mengamalkan Islam dengan sungguh-sungguh dan seutuhnya. Alangkah keliru sekali, ketika menginginkan kemajuan, umat Islam beralternatif dan lebih condong ke paham sekularisme-liberalisme. Bagi Islam, dunia dan akhirat tidak bisa dipisahkan, apapun gerak langkah manusia mesti di pertanggungjawabkan. Ini berbeda dengan paham sekularisme-liberalisme yang selalu memisah-misah agama dengan negara, dunia dan akhirat. Akibatnya banyak kerusakan, penyimpangan sekaligus pelecehan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang dilakukan oleh orang-orang yang berpaham sekular-liberal. Dan ternyata dunia Barat ,pelaku paham sekular-liberal sekarang sedang sekarat karena sedang ditenggelamkan oleh paham sekular-liberal yang mereka agung-agungkan.

Bagi umat Islam, tidak ada pilihan lain kecuali tetap berpegang teguh kepada ajaran Rosulullah SAW yang bersumber dari Allah, Tuhan yang membuat alam ini serta menciptakan manusia. Patuhilah Allah pencipta kita dan amalkan sunah Nabi Muhammad SAW, maka keselarasan, keseimbangan hidup pasti terjaga. ……………Wassallam.

Last Updated on Jumat, 03 Februari 2012 08:27
 

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Ketersediaan Kamar

Call Center

Berita Utama

Prev Next

Pendaftaran Sipenmaru

You must have the Adobe Flash Player installed to view this player.

GALERI FOTO

POLLING

Bagaimana menurut Anda tentang Rumah Sakit QIM batang, mulai dari pelayanan, fasilitas, penunjang, tarif dan lingkungan RS. QIM ?