header rs. qim

JAM BESUK

PAGI
Jam 10.00 - 13.00 WIB : R. Perawatan
Jam 10.00 - 12.00 WIB : R. HCU
Jam 11.00 - 12.00 WIB : R. Bayi
SORE
Jam 16.30 - 19.30 WIB : R. Perawatan
Jam 17.00 - 18.30 WIB : R. HCU
Jam 17.00 - 18.00 WIB : R. Bayi

KONTAK INFORMASI

Rumah Sakit QIM
Jl.Urip Sumohardjo, Sambong, Batang, Jawa Tengah
Telp : (0285) 4495222
Fax  : (0285) 4495224

RS QIM di FACEBOOK

Beranda Berita QIM Layani BPJS per 1 Januari 2014
QIM Layani BPJS per 1 Januari 2014 PDF Print E-mail
Ditulis oleh Rini Saputro   
Kamis, 02 Januari 2014 09:07
Penandatanganan MOU Askes dengan QIM

Rumah Sakit QIM sudah melayani BPJS Kesehatan per 1 Januari 2014 setelah ditandatanganinya MOU kerjasama dengan PT. ASKES yang per 1 Januari 2014 bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah pada 30 Desember 2013 yang lalu. Dengan ditandatanganinya MOU ini maka QIM sudah melayani Pasien ASKES, Jamsostek Kesehatan, TNI/POLRI dan juga JAMKESMAS maupun ASABRI. Adapun persyaratan yang diperlukan adalah kartu BPJS Kesehatan dan rujukan dari Puskesmas/Dokter Keluarga, sedangkan untuk kasus-kasus kegawatdaruratan bisa langsung datang ke IGD Rumah Sakit QIM tanpa surat rujukan.

Untuk mendapatkan pelayanan asuransi kesehatan ini, setiap warga bisa mendaftarkan dirinya melalui kantor-kantor cabang BPJS.


PROSEDUR PELAYANAN BPJS KESEHATAN

1. RAWAT JALAN TINGKAT LANJUTAN (RJTL)

 

a. Peserta membawa identitas BPJS Kesehatan serta surat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama

b. Peserta melakukan pendaftaran ke RS dengan memperlihatkan identitas dan surat rujukan

c. Faskes bertanggung jawab untuk melakukan pengecekan keabsahan kartu dan surat rujukan serta melakukan entry data ke dalam aplikasi Surat Elijibilitas Peserta (SEP) dan melakukan pencetakan SEP.

Ketentuan penerbitan SEP untuk pelayanan rutin (mis: Kemoterapi, HD, fisioterapi, perawatan saluran akar, dll) harus melampirkan :

- kasus Kemoterapi (special drug) : regimen (jadual dan rencana pemberian obat). Misalnya : pasien dengan diagnose Ca mamae dengan tindakan kemoterapi dan mendapatkan obat Trastuzumab (Herceptin®).

- HD/CAPD : form perencanaan HD, untuk pasien yang memerlukan tindakan HD 3 x seminggu melampirkan surat keterangan dari dokter KGH  atau dokter spesialis penyakit dalam penanggung jawab hemodialisa bersertifikat.--> sesuaikan SE Direksi ttg pel HD th.2012

- Fisioterapi : harus ada assessment dan rencana terapi dari dokter spesialis Rehab Medik

- perawatan saluran akar : Rencana perawatan sampai dengan tumpatan permanen dari dokter gigi yang merawat

d. Petugas BPJS kesehatan melakukan legalisasi SEP;

e. Faskes melakukan pemeriksaan, perawatan, pemberian tindakan, obat dan BMHP;

f. Setelah mendapatkan pelayanan, peserta menandatangani bukti pelayanan pada lembar yang disediakan . Lembar bukti pelayanan disediakan oleh masing-masing faskes;

g. Faskes menagihkan klaim dalam sistem paket INA CBG’s;

h. Setelah mendapatkan pelayanan kesehatan rawat jalan tingkat lanjutan di faskes, beberapa kemungkinan adalah sebagai berikut:

1. Pelayanan telah selesai dan pasien pulang;

2. Pasien pulang, pelayanan belum selesai dan diperintahkan untuk pemeriksaan penunjang pada hari berikutnya;

3. Pelayanan selesai, tetapi diperintahkan untuk kontrol;

4. Peserta di rujuk ke UPF lain dalam Rumah Sakit (rujukan Intern);

5. Peserta dirawat inap;

6. Peserta dirujuk ke Faskes lanjutan lain :

- Kepada peserta diberikan surat rujukan/konsul extern. Surat rujukan/konsul extern harus dilegalisasi oleh petugas BPJS di unit  BPJS Center

- Dengan membawa surat rujukan tersebut peserta mendapat pelayanan di Faskes penerima rujukan, melalui unit BPJS Center

*KET: Faskes = rumah sakit yg melayani BPJS kesehatan
Tulisan warna biru : Prosedur/kewajiban peserta/pasien BPJS

 

2. Rawat Inap Tingkat Lanjutan  (RITL)

 

a. Peserta melakukan pendaftaran ke RS dengan membawa identitas BPJS Kesehatan serta surat perintah rawat inap dari poli atau unit gawat darurat;

b. Peserta harus melengkapi persyaratan administrasi sebelum pasien pulang atau maksimal 3 x 24 jam hari kerja;

c. Faskes bertanggung jawab untuk melakukan pengecekan keabsahan kartu dan surat rujukan serta melakukan entry data ke dalam aplikasi Surat Elijibilitas Peserta (SEP) dan melakukan pencetakan SEP;

d. Petugas BPJS kesehatan melakukan legalisasi SEP;

e. Faskes melakukan pemeriksaan, perawatan, pemberian tindakan, obat dan BMHP;

f. Setelah mendapatkan pelayanan, peserta menandatangani bukti pelayanan pada lembar yang disediakan . Lembar bukti pelayanan disediakan oleh masing-masing faskes;

g. Faskes menagihkan klaim dalam sistem paket INA CBG’s;

h. Setelah mendapatkan pelayanan kesehatan RITL, beberapa kemungkinan tindak lanjut pelayanan, adalah sebagai berikut:

(1) Pelayanan RITL selesai dan pasien pulang.

(2) Pelayanan RITL selesai, tetapi peserta diperintahkan untuk kontrol:

- Kepada peserta diberikan surat perintah kontrol.

- Pada saat Peserta tersebut melaksanakan kontrol, peserta datang ke RS dan unit BPJS Center dengan menyerahkan surat perintah kontrol.

- Surat perintah control berlaku maksimal sebanyak 2 (dua) kali kunjungan

(3) Peserta dirujuk balik;

(4) Peserta dirujuk ke Faskes lanjutan lain :

- Kepada peserta diberikan surat rujukan/konsul extern. Surat rujukan/konsul extern harus dilegalisasi oleh petugas BPJS di unit  BPJS Center.

- Dengan membawa surat rujukan tersebut peserta mendapat pelayanan di Faskes penerima rujukan, melalui unit BPJS Center

*KET: Faskes = rumah sakit/puskesmas yg melayani BPJS Kesehatan
Tulisan warna biru : Prosedur/kewajiban peserta/pasien BPJS

Last Updated on Minggu, 02 November 2014 13:47
 

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Ketersediaan Kamar

Call Center

Berita Utama

Prev Next

Lowongan Radiografer

02 Sep 2021 Hits:110

Read more

Pendaftaran Sipenmaru

You must have the Adobe Flash Player installed to view this player.