Jumat, 20 Februari 2026 | 13:04:53 | Humas
Apakah Cuci Darah Menghalangi Kita Berpuasa Ramadan?
Batang, 20 Februari 2026 - Humas
Menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan merupakan kewajiban bagi umat Muslim. Namun, tidak sedikit pasien dengan kondisi kesehatan tertentu yang masih ragu, salah satunya pasien gagal ginjal yang menjalani cuci darah (hemodialisis). Apakah pasien hemodialisis boleh berpuasa? Yuk, simak penjelasannya berikut ini. Hemodialisis atau cuci darah adalah terapi pengganti fungsi ginjal yang sudah menurun. Pada kondisi ini, ginjal tidak lagi mampu membuang zat sisa metabolisme dan kelebihan cairan dari tubuh, sehingga pasien perlu menjalani cuci darah secara rutin untuk menjaga keseimbangan tubuh. Berdasarkan rekomendasi International Diabetes Federation and Diabetes and Ramadan International Alliance (IDF-DAR), pasien gagal ginjal yang sudah menjalani hemodialisis termasuk dalam kelompok risiko sangat tinggi, sehingga tidak dianjurkan untuk berpuasa. Hal ini karena kondisi tubuh pasien hemodialisis dapat berubah sewaktu-waktu dan membutuhkan kondisi fisik yang stabil selama menjalani terapi.
Tinjauan dari Segi Medis dan Agama?
Dari sisi medis, proses cuci darah dapat menyebabkan perubahan tekanan darah, keseimbangan cairan, hingga kondisi elektrolit tubuh. Oleh karena itu, pasien membutuhkan pemantauan ketat dan kondisi tubuh yang optimal. Dari sisi agama, sebagian besar ulama berpendapat bahwa cuci darah membatalkan puasa, karena dalam prosesnya terjadi pembersihan darah yang kemudian dikembalikan ke tubuh disertai cairan dan zat yang bersifat nutrisi, serupa dengan infus. Kajian yang dilakukan oleh Lajnah Daimah dan Syekh Muhammad Al-Munajid juga menyimpulkan bahwa hemodialisis membatalkan puasa karena adanya masuknya cairan dan nutrisi ke dalam tubuh melalui pembuluh darah.
Apakah Pasien Hemodialisis Boleh Berpuasa??
Meskipun secara umum tidak dianjurkan, beberapa literatur menyebutkan bahwa puasa masih dapat dipertimbangkan pada hari tidak menjalani cuci darah, dengan syarat kondisi pasien stabil dan atas izin dokter. Puasa juga dapat membantu pasien mengontrol asupan cairan secara lebih teratur. Namun, sebelum memutuskan untuk berpuasa, pasien hemodialisis wajib berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi kondisi, penyesuaian obat, serta pemantauan selama Ramadan.
Hal yang Perlu Diperhatikan Pasien HD Saat Puasa
Bagi pasien gagal ginjal yang ingin berpuasa, berikut beberapa hal penting yang harus diperhatikan:
1) Mendapatkan izin dari dokter dan melakukan kontrol rutin selama Ramadan
2) Segera membatalkan puasa bila terjadi kenaikan kreatinin plasma ?30% atau muncul keluhan serius
3) Melakukan pemantauan minimal 2 kali seminggu
4) Waspada tanda kelebihan cairan seperti kenaikan berat badan >2 kg, bengkak pada wajah atau tungkai, serta sesak napas
5) Waspada gejala uremia seperti pusing, mual, muntah, lemas, atau tidak nafsu makan
6) Menghindari makanan tinggi kalium dan fosfor saat berbuka, seperti pisang, durian, nangka, alpukat, leci, gorengan, kacang-kacangan, daun pepaya, singkong, keju, minuman bersoda, kopi, dan teh
7) Mengonsumsi air putih sekitar 1–2,5 liter secara bertahap dari berbuka hingga sahur
8) Tetap mengonsumsi obat secara rutin, dengan penyesuaian jadwal atas saran dokter
9) Pasien yang menjalani hemodialisis tidak disarankan berpuasa pada hari jadwal cuci darah
Konsultasi & Dukungan Nutrisi
Bagi Sahabat Rumah Sakit QIM yang rutin menjalani hemodialisis atau memiliki keluarga dengan terapi cuci darah, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum Ramadan agar ibadah tetap aman dan nyaman. Sebagai dukungan tambahan, Rumah Sakit QIM juga menyediakan layanan booster nutrisi khusus pasien hemodialisis untuk membantu menjaga daya tahan tubuh dan kebugaran selama Ramadan, tentunya sesuai dengan kondisi dan rekomendasi medis.
Ibadah tetap jalan, kesehatan pun tetap terjaga.
Untuk informasi jadwal praktik dan layanan, silakan hubungi Rumah Sakit QIM.