Social Icon Rumah Sakit QIM Batang Social Icon rumahsakitqim Social Icon qimchannel Social Icon rumahsakitqim
(0285) 4495222 Phone 085185006812
Apakah Minum Es Menyebabkan Amandel? Kenali Penyebab dan Gejala Tonsilitis

Selasa, 08 September 2026  | 11:09:22  | Humas

Apakah Minum Es Menyebabkan Amandel? Kenali Penyebab dan Gejala Tonsilitis

Batang, 08 September 2026 - Humas

Apakah Minum Es Menyebabkan Amandel? Kenali Penyebab dan Gejala Tonsilitis

Apakah minum es menyebabkan amandel? Pertanyaan ini cukup sering muncul, terutama ketika seseorang mengalami sakit tenggorokan atau radang amandel setelah mengonsumsi minuman dingin.

Banyak orang menganggap bahwa minum es dapat menyebabkan amandel. Namun, minuman dingin bukan penyebab langsung radang amandel (tonsilitis). Radang amandel umumnya terjadi akibat infeksi virus atau bakteri yang menyerang tonsil atau amandel.

Meski begitu, pada sebagian orang, minuman dingin dapat membuat tenggorokan terasa kurang nyaman ketika sedang mengalami peradangan.

Apa Itu Radang Amandel atau Tonsilitis?

Tonsilitis adalah peradangan pada amandel (tonsil) yang biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada anak-anak.

Amandel merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh. Letaknya berada di bagian belakang tenggorokan dan berperan membantu menangkap serta melawan kuman yang masuk melalui hidung dan mulut.

Ketika virus atau bakteri menginfeksi tonsil, tubuh akan memberikan respons berupa peradangan. Akibatnya, amandel dapat membengkak, memerah, dan terkadang muncul bercak putih atau kekuningan yang berisi nanah.

Apakah Minum Es Bisa Menyebabkan Radang Amandel?

Tidak. Minum es atau minuman dingin bukan penyebab utama radang amandel.

Radang amandel terjadi karena adanya infeksi virus atau bakteri, bukan semata-mata karena mengonsumsi es. Virus penyebab pilek dan flu merupakan salah satu penyebab yang paling sering ditemukan, sedangkan infeksi bakteri juga dapat menyebabkan tonsilitis.

Namun, ketika tenggorokan sedang mengalami peradangan, minuman yang terlalu dingin pada sebagian orang dapat membuat tenggorokan terasa lebih tidak nyaman atau memicu rasa nyeri sementara.

Jadi, anggapan bahwa "minum es pasti menyebabkan amandel" tidak sepenuhnya benar. Yang lebih penting adalah menjaga kebersihan diri dan menghindari penularan kuman penyebab infeksi.

Infeksi saluran pernapasan seperti batuk, pilek, dan flu dapat meningkatkan risiko terjadinya peradangan pada amandel, terutama pada anak-anak.

1. Infeksi Virus

Virus merupakan salah satu penyebab tonsilitis yang paling sering. Beberapa virus yang menyebabkan pilek, flu, dan infeksi saluran pernapasan dapat menyebabkan amandel ikut mengalami peradangan.

2. Infeksi Bakteri

Selain virus, bakteri juga dapat menyebabkan radang amandel. Salah satu bakteri yang cukup sering menjadi penyebab adalah Streptococcus pyogenes, atau yang dikenal sebagai streptokokus grup A. Bakteri ini juga dapat menyebabkan radang tenggorokan (strep throat).

3. Infeksi Saluran Pernapasan

Infeksi saluran pernapasan seperti batuk, pilek, dan flu dapat meningkatkan risiko terjadinya peradangan pada amandel, terutama pada anak-anak.

Gejala Radang Amandel yang Perlu Dikenali

1) Sakit atau nyeri pada tenggorokan

2) Amandel membengkak dan kemerahan

3) Nyeri saat menelan

4) Kesulitan menelan

5) Demam

6) Batuk

7) Sakit kepala

8) Tubuh terasa lemas atau mudah lelah

9) Nyeri pada otot atau persendian

10) Bau mulut

11) Pembengkakan kelenjar getah bening di leher

12) Muncul bercak putih atau kekuningan pada amandel

13) Nyeri yang dapat terasa hingga ke telinga

Pada anak-anak, radang amandel juga dapat membuat mereka menjadi lebih rewel, kehilangan nafsu makan, atau mengalami kesulitan makan dan minum karena terasa sakit saat menelan.

Bolehkah Minum Es Saat Radang Amandel?

Jika sedang mengalami radang amandel, tidak ada larangan mutlak untuk mengonsumsi minuman dingin. Bahkan, pada sebagian orang, makanan atau minuman dingin dapat membantu memberikan rasa nyaman sementara pada tenggorokan.

Namun, jika setelah minum es tenggorokan justru terasa semakin sakit atau tidak nyaman, sebaiknya pilih minuman dengan suhu yang lebih nyaman bagi tubuh.

Yang paling penting adalah memastikan tubuh tetap mendapatkan cukup cairan dan mengikuti anjuran dokter selama proses pemulihan.

Bagaimana Cara Mencegah Radang Amandel?

Karena sebagian tonsilitis disebabkan oleh virus atau bakteri yang dapat menular, beberapa kebiasaan berikut dapat membantu mengurangi risiko infeksi:

1) Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

2) Hindari berbagi gelas, botol minum, sendok, atau peralatan makan.

3) Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.

4) Hindari kontak terlalu dekat dengan orang yang sedang mengalami infeksi saluran pernapasan.

5) Istirahat yang cukup.

6) Konsumsi makanan bergizi dan cukup minum.

7) Jaga kebersihan lingkungan dan peralatan pribadi.

Kapan Harus ke Dokter THT?

Sebagian kasus tonsilitis dapat membaik dengan sendirinya. Namun, jika sakit tenggorokan dan pembengkakan amandel berlangsung terus-menerus, sering kambuh, atau disertai kesulitan menelan dan bernapas, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

Dokter THT dapat melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai.

Periksa Tenggorokan dan Amandel Bersama Dokter THT di Rumah Sakit QIM

Jangan biarkan keluhan pada tenggorokan berlarut-larut. Jika mengalami keluhan yang mengarah pada radang amandel, kamu dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis THT di Rumah Sakit QIM.

Jadwal Dokter Spesialis THT:

dr. Budi Setiajit, Sp. THT

Senin - Sabtu: 09.00–10.00 WIB

dr. Dinarviani Dwi Lukitasari, Sp. THT-KL

Senin & Rabu: 14.30–17.00 WIB

dr. Dian Yusnita, Sp. THT-BKL

Kamis: 17.30–19.30 WIB

Sabtu: 12.15–14.15 WIB

Bagikan artikel ini:


ARTIKEL TERKAIT
WhatsApp