Rabu, 04 November 2026 | 13:55:33 | Humas
Mengenal Wasting dan Stunting pada Anak, Apa Perbedaannya dan Bagaimana Cara Mencegahnya?
Batang, 04 November 2026 - Humas
Memastikan anak tumbuh sehat dan berkembang secara optimal merupakan hal penting yang perlu diperhatikan setiap orang tua. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memantau status gizi dan pertumbuhan anak secara rutin. Dua masalah gizi yang perlu diwaspadai adalah wasting dan stunting.
Meski sama-sama berkaitan dengan masalah gizi, wasting dan stunting merupakan dua kondisi yang berbeda. Keduanya dapat memengaruhi kesehatan, pertumbuhan, hingga perkembangan anak jika tidak ditangani dengan tepat.
Apa itu Wasting?
Wasting adalah kondisi ketika berat badan anak terlalu rendah dibandingkan dengan tinggi badannya. Anak yang mengalami wasting umumnya terlihat kurus atau sangat kurus. Kondisi ini menunjukkan adanya masalah gizi akut yang dapat dikategorikan sebagai gizi kurang hingga gizi buruk.
Salah satu penyebab utama wasting adalah kurangnya asupan makanan, baik dari segi jumlah maupun kualitas gizinya. Selain itu, infeksi yang terjadi berulang kali juga dapat meningkatkan risiko wasting karena tubuh anak membutuhkan lebih banyak energi dan zat gizi untuk melawan penyakit.
Apa itu Stunting?
Berbeda dengan wasting, stunting merupakan kondisi ketika tinggi badan anak lebih pendek dibandingkan dengan standar tinggi badan sesuai usianya. Kondisi ini terjadi akibat kekurangan gizi kronis atau berlangsung dalam waktu yang cukup lama.
Secara umum, anak dikategorikan mengalami stunting apabila panjang atau tinggi badannya berada di bawah minus dua standar deviasi (-2 SD) berdasarkan standar pertumbuhan anak WHO.
Stunting dapat mulai terjadi sejak anak masih berada dalam kandungan hingga usia dua tahun. Periode ini dikenal sebagai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu masa penting yang sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak.
Anak yang mengalami stunting tidak selalu terlihat kurus. Bahkan, beberapa anak mungkin memiliki berat badan yang tampak normal atau gemuk, tetapi tinggi badannya lebih rendah dibandingkan standar usianya.
Apa Saja Penyebab Wasting dan Stunting?
Wasting dan stunting dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik secara langsung maupun tidak langsung. Beberapa penyebab yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Kurangnya asupan makanan bergizi, baik dari segi jumlah maupun kualitas.
2. Minimnya pengetahuan orang tua mengenai kesehatan dan pemenuhan gizi sejak sebelum kehamilan, selama kehamilan, hingga setelah persalinan.
3. Pola asuh dan pemberian makan yang kurang tepat.
4. Infeksi yang terjadi berulang kali pada anak.
5. Terbatasnya akses terhadap fasilitas dan layanan kesehatan.
6. Kurangnya akses keluarga terhadap bahan makanan bergizi.
7. Keterbatasan akses air bersih dan sanitasi lingkungan yang layak.
Dampak Wasting dan Stunting bagi Anak
Jika tidak ditangani dengan baik, wasting dan stunting dapat memberikan dampak terhadap kesehatan anak, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Dampak Jangka Pendek:
1. Menghambat pertumbuhan fisik anak, sehingga berat badan atau tinggi badan tidak sesuai dengan standar usianya.
2. Menurunkan daya tahan tubuh sehingga anak lebih mudah terserang penyakit.
Dampak Jangka Panjang:
1. Mengganggu perkembangan dan fungsi otak.
2. Berpotensi memengaruhi kemampuan belajar serta kecerdasan anak.
3. Meningkatkan risiko mengalami obesitas dan gangguan metabolisme saat dewasa, seperti diabetes melitus dan penyakit jantung.
4. Meningkatkan risiko kematian, terutama pada anak dengan kondisi gizi buruk.
Apa Hubungan Wasting dan Stunting?
Wasting dan stunting merupakan dua masalah gizi yang berbeda, tetapi keduanya dapat terjadi secara bersamaan pada seorang anak. Anak yang mengalami wasting dan stunting secara bersamaan memiliki risiko kesehatan yang lebih besar, termasuk peningkatan risiko kematian. Selain itu, wasting yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko anak mengalami gangguan pertumbuhan jangka panjang, termasuk stunting. Oleh karena itu, deteksi dini dan penanganan masalah gizi sangat penting dilakukan agar kondisi anak tidak semakin memburuk.
Bagaimana Cara Mencegah Wasting dan Stunting?
Pencegahan wasting dan stunting perlu dimulai sejak masa kehamilan dan dilanjutkan selama masa pertumbuhan anak. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua:
1. Memenuhi kebutuhan gizi ibu selama kehamilan. Ibu hamil perlu mendapatkan asupan makanan bergizi seimbang untuk mendukung pertumbuhan janin.
2. Memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama. Setelah itu, pemberian ASI dilanjutkan hingga usia dua tahun atau lebih dengan disertai makanan pendamping ASI (MPASI).
3. Memberikan MPASI bergizi seimbang. Pastikan makanan anak memiliki kandungan gizi yang cukup, beragam, dan sesuai dengan kebutuhan usianya.
4. Memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Lakukan pengukuran berat badan, panjang atau tinggi badan, serta lingkar kepala sesuai jadwal pemeriksaan.
5. Melengkapi imunisasi. Berikan imunisasi sesuai jadwal yang direkomendasikan untuk membantu melindungi anak dari berbagai penyakit infeksi.
6. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Biasakan mencuci tangan, menjaga kebersihan makanan, serta memastikan ketersediaan air bersih dan sanitasi yang baik.
7. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Konsultasikan pertumbuhan dan perkembangan anak kepada dokter agar masalah gizi dapat diketahui dan ditangani sejak dini.
Pantau Tumbuh Kembang Anak, Cegah Wasting dan Stunting Sejak Dini!
Wasting dan stunting bukan sekadar persoalan berat dan tinggi badan, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan serta kualitas hidup anak di masa mendatang. Oleh karena itu, orang tua perlu memperhatikan pemenuhan gizi dan memantau pertumbuhan anak secara berkala. Jangan menunggu hingga anak terlihat sangat kurus atau pertumbuhannya terhambat untuk melakukan pemeriksaan. Jika berat badan atau tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik di Rumah Sakit QIM untuk mendapatkan pemeriksaan, evaluasi status gizi, serta saran pemenuhan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan anak. Mari bersama-sama cegah wasting dan stunting demi mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan tumbuh optimal.