Rabu, 29 Juli 2026 | 13:56:24 | Humas
Rumah Sakit QIM Terima Kunjungan Wakashio dan Perwakilan Rumah Sakit Jepang untuk Observasi Kesiapan Tenaga Medis Indonesia
Batang, 29 Juli 2026 - Humas
Pada Rabu, 29 Juli 2026, pukul 08.30–10.00 WIB, Rumah Sakit QIM menerima kunjungan dari Wakashio Indonesia (LPK Wakashio Gakkou), sebuah lembaga pendidikan dan pelatihan bahasa Jepang sekaligus Sending Organization (SO) yang berperan dalam mempersiapkan dan menyalurkan tenaga kerja Indonesia ke Jepang, termasuk di bidang kesehatan.
Kunjungan ini turut dihadiri oleh perwakilan dari rumah sakit di Jepang yang datang untuk melakukan observasi secara langsung terhadap kondisi dan sistem pelayanan rumah sakit di Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penilaian sebelum rumah sakit di Jepang menerima tenaga medis asal Indonesia yang akan bekerja di negara tersebut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari manajemen Rumah Sakit QIM yang memperkenalkan profil rumah sakit, layanan unggulan, serta komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Selanjutnya, tim dari Jepang melakukan sesi wawancara bersama sejumlah perawat Rumah Sakit QIM. Dalam sesi tersebut, para perawat berbagi pengalaman mengenai praktik pelayanan, budaya kerja, kompetensi yang dimiliki, hingga motivasi mereka dalam mengembangkan karier di tingkat internasional.
Selain wawancara, rombongan juga mengikuti hospital tour untuk melihat secara langsung fasilitas, alur pelayanan pasien, lingkungan kerja, serta penerapan standar pelayanan di berbagai unit Rumah Sakit QIM. Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kualitas pelayanan kesehatan, kesiapan sumber daya manusia, serta budaya kerja yang diterapkan di Rumah Sakit QIM sebagai salah satu rumah sakit di Indonesia.
Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin hubungan dan kerja sama yang semakin erat antara Rumah Sakit QIM, Wakashio Indonesia, dan rumah sakit di Jepang dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi tenaga medis Indonesia, khususnya perawat, untuk berkarier di tingkat internasional sekaligus menjadi langkah positif dalam meningkatkan kompetensi serta daya saing tenaga kesehatan Indonesia di kancah global.